
Pelatihan Terapi Tari
Kursus Terapi Tari memberi Anda pengetahuan klinis dan teknik praktis untuk mempraktikkan terapi tari/gerakan dengan percaya diri di berbagai populasi. Dari teori dasar hingga perencanaan sesi, Anda akan menguasai keterampilan yang mendefinisikan praktik DMT yang kompeten dan etis. Ini adalah pelatihan menyeluruh yang dibutuhkan oleh praktisi serius untuk membuat perbedaan nyata.
Apa yang akan Anda pelajari:
Anda akan membangun pemahaman menyeluruh tentang terapi tari/gerakan, mulai dari akar sejarah dan kerangka teori inti hingga teknik klinis lanjutan. Anda akan belajar mengamati dan menganalisis gerakan menggunakan Analisis Gerakan Laban, merancang sesi terstruktur untuk anak-anak, lansia, penyintas trauma, dan populasi kesehatan mental, serta menerapkan prinsip-prinsip berbasis trauma di seluruh praktik Anda. Anda juga akan mengembangkan keterampilan fasilitasi kelompok, menulis dokumentasi klinis, dan menggunakan alat asesmen berbasis bukti. Kerendahan budaya, etika profesional, dan kolaborasi interdisipliner dijalin di setiap tahap kurikulum.
Bagaimana Anda belajar secara praktis Pelatihan Terapi Tari
Bagaimana Anda berlatih Pelatihan Terapi Tari
Untuk Anda yang memiliki perusahaan dan ingin melatih tim
Di Dedika untuk perusahaan, kursus dilengkapi dengan latihan dan contoh yang disesuaikan dengan bisnis Anda dan kebutuhan perusahaan Anda.
Konten kursus
8 Bab • 39 PelajaranDurasi antara 4 dan 360 jam (Anda yang menentukan)
Bab 1SembunyikanSembunyikan detailLihat detailFondasi Terapi Tari
Fondasi Terapi Tari
Pelajaran 1 • DMT Versus Disiplin Terkait
Memperjelas perbedaan antara DMT, pendidikan tari, terapi fisik, dan terapi seni ekspresif. Mendefinisikan ruang lingkup unik praktik DMT.
Pelajaran 2 • Standar Etika dan Profesional
Mencakup kode etik profesional, persyaratan kredensial, dan harapan supervisi. Mendasari siswa dalam praktik yang bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan sejak awal.
Pelajaran 3 • Sejarah dan Evolusi DMT
Menelusuri DMT dari perintis awal hingga praktik kontemporer. Memberikan konteks untuk memahami bagaimana bidang ini mengembangkan identitas profesionalnya.
Pelajaran 4 • Kerangka Teoretis Inti
Memperkenalkan teori psikoanalisis, humanistik, dan somatik yang mendasari DMT. Menghubungkan setiap kerangka dengan tujuan terapeutik dan pendekatan gerakan tertentu.
Bab 2SembunyikanSembunyikan detailLihat detailObservasi dan Analisis Gerakan
Observasi dan Analisis Gerakan
Pelajaran 1 • Upaya dan Dinamika dalam Gerakan
Memperdalam pemahaman tentang faktor upaya Berat, Ruang, Waktu, dan Aliran. Siswa mengidentifikasi pola upaya yang terkait dengan keadaan emosional dan psikologis.
Pelajaran 2 • Keterampilan Observasi dan Dokumentasi
Melatih observasi sistematis terhadap urutan gerakan langsung dan video. Siswa menghasilkan profil gerakan terstruktur yang digunakan dalam asesmen klinis.
Pelajaran 3 • Pengantar Analisis Gerakan Laban
Menyajikan empat kategori LMA: Tubuh, Upaya, Bentuk, dan Ruang. Menetapkan kosakata bersama untuk deskripsi gerakan yang digunakan di seluruh kursus.
Pelajaran 4 • Pola Bentuk dan Ruang
Mengkaji bagaimana tubuh mengubah bentuk dan menavigasi ruang selama gerakan. Menghubungkan aliran bentuk dan gerakan arah dengan dinamika relasional.
Pelajaran 5 • Pola Gerakan Lintas Populasi
Menerapkan LMA pada beragam kelompok usia dan populasi klinis. Mempersiapkan siswa untuk mengenali norma dan deviasi gerakan spesifik populasi.
Bab 3SembunyikanSembunyikan detailLihat detailPrinsip Psikologis dalam DMT
Prinsip Psikologis dalam DMT
Pelajaran 1 • Hubungan Tubuh-Pikiran dalam Terapi
Mengkaji bukti neurobiologis dan psikologis untuk hubungan somatik-emosional. Mendasari intervensi DMT dalam ilmu tubuh-pikiran berbasis bukti.
Pelajaran 2 • Psikologi Perkembangan dan Gerakan
Menghubungkan tonggak perkembangan dengan repertoar gerakan sepanjang rentang kehidupan. Menginformasikan desain intervensi DMT yang sesuai usia.
Pelajaran 3 • Trauma dan Tubuh yang Bergerak
Mencakup dampak fisiologis dan psikologis trauma pada gerakan dan citra tubuh. Memperkenalkan prinsip berbasis trauma yang penting untuk praktik DMT yang aman.
Pelajaran 4 • Kelekatan dan Dinamika Relasional
Menerapkan teori kelekatan pada hubungan terapeutik dalam DMT. Siswa mengidentifikasi pola kelekatan yang diekspresikan melalui gerakan dan ritme.
Pelajaran 5 • Psikopatologi dan Korelat Gerakan
Mengidentifikasi karakteristik gerakan yang terkait dengan diagnosis kesehatan mental umum. Memungkinkan observasi dan perencanaan intervensi yang terinformasi secara klinis.
Bab 4SembunyikanSembunyikan detailLihat detailTeknik dan Intervensi Inti DMT
Teknik dan Intervensi Inti DMT
Pelajaran 1 • Pencerminan dan Gerakan Empatik
Mengajarkan pencerminan gerakan sebagai alat untuk membangun raport dan penyelarasan empatik. Siswa mempraktikkan pencerminan yang tepat dan responsif dalam latihan diadik.
Pelajaran 2 • Praktik Gerakan Otentik
Memperkenalkan diad saksi-penggerak sebagai teknik inti DMT untuk eksplorasi diri. Siswa mengalami kedua peran dan merefleksikan implikasi terapeutiknya.
Pelajaran 3 • Teknik Ritme dan Sinkroni
Mengeksplorasi entrainment ritmik dan sinkroni sebagai mekanisme perubahan terapeutik. Siswa menerapkan intervensi berbasis ritme untuk mengatur gairah dan membangun kohesi.
Pelajaran 4 • Improvisasi sebagai Alat Terapeutik
Menggunakan improvisasi terstruktur dan bebas untuk memperluas repertoar gerakan dan ekspresi diri. Siswa memfasilitasi improvisasi dengan aman dalam batasan terapeutik.
Pelajaran 5 • Integrasi Verbal dan Nonverbal
Mengembangkan keterampilan untuk menjalin refleksi verbal ke dalam sesi berbasis gerakan. Siswa berlatih transisi antara pengalaman somatik dan pemrosesan verbal.
Bab 5SembunyikanSembunyikan detailLihat detailStruktur dan Perencanaan Sesi
Struktur dan Perencanaan Sesi
Pelajaran 1 • Dokumentasi dan Catatan Perkembangan
Melatih siswa dalam menulis dokumentasi klinis yang akurat dan ringkas setelah sesi. Catatan mengintegrasikan observasi gerakan dengan indikator kemajuan terapeutik.
Pelajaran 2 • Penggunaan Musik dan Alat Bantu
Mengkaji bagaimana pemilihan musik dan alat bantu meningkatkan atau mempersulit gerakan terapeutik. Siswa membuat pilihan yang disengaja dan dibenarkan secara klinis tentang materi sesi.
Pelajaran 3 • Penetapan Tujuan dan Perencanaan Perawatan
Mengajarkan cara menerjemahkan data asesmen klinis ke dalam tujuan DMT yang terukur. Siswa menulis rencana perawatan yang mengintegrasikan tujuan gerakan dan psikologis.
Pelajaran 4 • Fase Sesi DMT
Menguraikan fase pemanasan, pengembangan tema, dan penutupan dari sesi standar. Siswa memahami tujuan terapeutik dari setiap fase.
Pelajaran 5 • Mengadaptasi Sesi untuk Populasi
Mencakup modifikasi untuk usia, kemampuan, diagnosis, dan latar belakang budaya. Siswa berlatih desain sesi yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan klien yang beragam.
Bab 6SembunyikanSembunyikan detailLihat detailTeori dan Praktik DMT Kelompok
Teori dan Praktik DMT Kelompok
Pelajaran 1 • Keterampilan Fasilitasi untuk Kelompok
Mengembangkan teknik fasilitasi verbal dan nonverbal khusus untuk kelompok gerakan. Siswa berlatih mengarahkan, mengikuti, dan menahan ruang untuk proses kelompok.
Pelajaran 2 • Merancang Intervensi Kelompok
Membimbing siswa dalam menciptakan aktivitas kelompok terstruktur yang sesuai dengan tujuan terapeutik. Intervensi dievaluasi untuk keamanan, inklusivitas, dan relevansi klinis.
Pelajaran 3 • Konflik dan Resistensi dalam Kelompok
Membahas bagaimana konflik dan resistensi bermanifestasi dalam gerakan dan perilaku kelompok. Siswa mengembangkan strategi untuk bekerja secara terapeutik dengan ketegangan kelompok.
Pelajaran 4 • Dasar-Dasar Dinamika Kelompok
Memperkenalkan tahapan perkembangan kelompok dan ekspresi gerakannya. Siswa mengidentifikasi fase kelompok dan menyesuaikan fasilitasi sesuai kebutuhan.
Pelajaran 5 • Format Kelompok Khusus
Mengeksplorasi format kelompok terbuka, tertutup, dan terbatas waktu beserta implikasi klinisnya. Siswa memilih format yang sesuai berdasarkan populasi dan pengaturan.
Bab 7SembunyikanSembunyikan detailLihat detailDMT Lintas Populasi Klinis
DMT Lintas Populasi Klinis
Pelajaran 1 • DMT dengan Lansia
Membahas faktor fisik, kognitif, dan psikososial yang membentuk DMT dengan lansia. Siswa mengadaptasi aktivitas gerakan untuk keterbatasan mobilitas dan demensia.
Pelajaran 2 • DMT dengan Penyintas Trauma
Menyediakan protokol DMT khusus trauma untuk penyintas pelecehan, bencana, dan kekerasan. Siswa menerapkan intervensi berbasis tubuh yang dititrasi dalam kerangka berbasis trauma.
Pelajaran 3 • DMT di Pengaturan Medis dan Rehabilitasi
Mengeksplorasi aplikasi DMT dalam onkologi, nyeri kronis, dan rehabilitasi neurologis. Siswa berkolaborasi dengan profesional medis untuk mengintegrasikan gerakan secara terapeutik.
Pelajaran 4 • DMT dengan Anak-anak dan Remaja
Mencakup pertimbangan perkembangan dan pendekatan DMT berbasis bermain untuk kaum muda. Siswa merancang intervensi sesuai usia yang menangani kebutuhan perilaku dan emosional.
Pelajaran 5 • DMT di Pengaturan Kesehatan Mental
Menerapkan DMT pada konteks kesehatan mental rawat inap, rawat jalan, dan komunitas. Siswa mengintegrasikan DMT dalam tim perawatan multidisiplin.
Bab 8SembunyikanSembunyikan detailLihat detailAsesmen, Penelitian, dan Praktik Berbasis Bukti
Asesmen, Penelitian, dan Praktik Berbasis Bukti
Pelajaran 1 • Desain Penelitian dalam DMT
Memperkenalkan desain kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran yang relevan dengan penelitian DMT. Siswa mengevaluasi kekuatan dan keterbatasan setiap pendekatan.
Pelajaran 2 • Pengukuran Hasil dan Evaluasi Program
Mengajarkan pengumpulan dan analisis data hasil secara sistematis dalam program DMT. Siswa merancang rencana evaluasi untuk inisiatif DMT klinis dan komunitas.
Pelajaran 3 • Menilai Secara Kritis Literatur DMT
Mengembangkan keterampilan untuk mengevaluasi kualitas dan penerapan studi DMT yang dipublikasikan. Siswa menerapkan kerangka penilaian kritis pada artikel yang ditinjau sejawat.
Pelajaran 4 • Menerjemahkan Bukti ke dalam Praktik
Membimbing integrasi temuan penelitian ke dalam pengambilan keputusan klinis dan desain sesi. Siswa menyeimbangkan bukti, preferensi klien, dan keahlian klinis.
Pelajaran 5 • Alat Asesmen dalam DMT
Menyurvei instrumen asesmen gerakan dan psikologis standar yang digunakan dalam DMT. Siswa memilih dan mengelola alat yang sesuai dengan populasi dan pengaturan.
Sertifikat valid Anda setelah menyelesaikan
Kursus ini cocok untuk Anda:
Konselor berlisensi: yang mencari alat somatik untuk memperdalam pekerjaan terapeutik mereka yang sudah ada.
Pendidik tari dan gerakan: yang siap bertransisi ke praktik terapeutik klinis.
Pekerja sosial: yang menginginkan pendekatan berpusat pada tubuh untuk populasi klien yang terkena trauma.
Terapis okupasi: yang ingin memperluas lingkup mereka dengan metode gerakan ekspresif.
Lulusan psikologi: yang menjelajahi jalur spesialisasi sebelum berkomitmen pada lisensi klinis.
Pelatih kebugaran: yang bertujuan mendasarkan fasilitasi gerakan mereka pada teori klinis.
Apa kata para siswa kami
Kelasnya sangat sempurna. Saya membeli paket satu tahun dan akhirnya memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai topik yang saya minati tanpa perlu berganti platform... terima kasih atas semua yang kalian lakukan, saya sudah merekomendasikan kalian kepada orang lain...

Saya suka bagaimana pelajarannya langsung pada intinya dan bagaimana saya bisa berpindah bab dan melewati konten yang tidak saya butuhkan.

Saya suka kontennya dan cara presentasi serta transkripsi videonya, yang mempercepat prosesnya!

Platformnya cepat, mudah digunakan. Keragaman konten dan video pelengkapnya sangat membantu dalam pembelajaran.

Pelatihan utama
FAQ
Siapa itu Dedika?
Apakah sertifikat ini berlaku di Indonesia?
Apakah kursusnya gratis?
Berapa beban belajar kursusnya?
Bagaimana bentuk kursusnya?
Bagaimana cara kerja kursusnya?
Berapa lama durasi kursusnya?
Berapa biaya atau harga kursusnya?
Apa itu kursus EAD atau online dan bagaimana cara kerjanya?
Kursus PDF




















